Gambaran Umum

Bagi berbagai jenis bisnis retail maupun F&B, memberikan layanan pesan-antar atau delivery merupakan salah satu keunggulan kompetitif yang krusial. Namun, mengelola pesanan pengiriman bisa menjadi mimpi buruk jika sistem point of sales (POS) tidak memiliki integrasi khusus untuk itu. Modul Manajemen Delivery di Temuya POS memecahkan masalah ini dengan menyediakan alur kerja yang terpadu mulai dari pencatatan alamat, penugasan kurir, penambahan biaya kirim (shipping fee), hingga pemantauan status paket sampai ke tangan pelanggan.

Dengan memanfaatkan sistem delivery terintegrasi, pemilik usaha dapat mengurangi kesalahan pencatatan alamat, melacak performa armada kurir internal, serta memastikan tidak ada pesanan yang tertinggal untuk dikirim. Sistem ini memisahkan secara jelas mana pesanan makan-di-tempat (dine-in), bawa-pulang (takeaway), dan pesan-antar (delivery) sehingga dapur dan tim pengemasan bisa memprioritaskan antrean mereka dengan benar.

Alur Kerja

Skenario Bisnis Praktis: Sebuah toko roti mendapatkan pesanan kue ulang tahun untuk dikirim ke alamat pelanggan sejauh 10 kilometer. Kasir toko menerima pesanan tersebut melalui telepon, mencatat rincian alamat secara lengkap, dan menambahkan biaya kurir sebesar Rp 25.000 ke dalam tagihan akhir. Pesanan kemudian diteruskan ke tim dapur untuk disiapkan. Setelah kue siap, pesanan dikemas dan kasir menugaskan โ€œBudiโ€ (kurir internal toko) untuk mengantar kue tersebut. Sistem langsung mencetak label alamat, dan status berubah dari Preparing menjadi On Delivery. Sesampainya di alamat tujuan, Budi melaporkan bahwa kue sudah diterima dengan baik, dan pesanan ditandai sebagai Delivered.

flowchart TD
    A[Pencatatan Pesanan Delivery di POS] --> B[Input Alamat & Biaya Kirim]
    B --> C[Pembayaran & Checkout]
    C --> D{Penyiapan Pesanan}
    D -->|Status: Preparing| E[Tugaskan Kurir & Cetak Label]
    E --> F[Pesanan Dikirim]
    F -->|Status: On_Delivery| G{Konfirmasi Penerimaan}
    G -->|Berhasil| H[Status: Delivered]
    G -->|Gagal/Ditolak| I[Status: Failed]
    H --> J[Pesanan Selesai]
    I --> J

Langkah-langkah di atas memisahkan proses penjualan dari proses pemenuhan (fulfillment) sehingga tidak ada titik buta (blind spot) dalam pemantauan logistik bisnis.

Teknologi & Infrastruktur

Modul pengiriman mengandalkan struktur data yang fleksibel untuk menyimpan berbagai alamat berbeda untuk satu pelanggan. Ini penting karena satu pelanggan bisa saja memesan untuk dikirim ke rumah, kantor, atau rumah kerabat.

Tabel DatabaseDeskripsi Fungsi
delivery_ordersData spesifik pengiriman yang diikat ke transaksi utama.
delivery_addressesMenyimpan koordinat, jalan, kota, dan kode pos untuk tujuan pengiriman.
couriersDatabase kurir internal toko atau penyedia layanan logistik eksternal.
Endpoint APIKegunaan
POST /api/v1/deliveriesMembuat instruksi pengiriman baru untuk sebuah pesanan.
PATCH /api/v1/deliveries/:id/statusMemperbarui pergerakan paket dari penyiapan hingga diterima.
GET /api/v1/deliveries/activeMenampilkan dashboard pesanan yang sedang berjalan di jalan.

Teknologi ini dirancang agar dapat diintegrasikan lebih lanjut dengan penyedia API logistik pihak ketiga di masa depan, meskipun saat ini lebih berfokus pada armada internal atau pencatatan kurir manual.

Keterkaitan dengan Fitur Lain

Fitur manajemen pengiriman terjalin erat dengan komponen lain untuk memastikan operasional yang rapi dan minim kesalahan manusia:

  1. Database Pelanggan: Alamat yang baru diketik dapat disimpan langsung ke dalam profil CRM pelanggan, sehingga pada pesanan delivery berikutnya kasir cukup memilih dari dropdown alamat tersimpan.
  2. Manajemen Pajak dan Biaya Tambahan: Biaya kirim (shipping fee) dihitung sebagai layanan tambahan dalam keranjang, dan akan memiliki aturan pajaknya sendiri.
  3. Cetak Tiket (Kitchen & Receipt): Sistem akan mencetak tiket khusus Delivery ke dapur dan mencetak label pengiriman (shipping label) di kasir yang memuat nama, telepon, dan alamat tujuan dengan huruf yang tebal dan jelas.
flowchart LR
    A[Modul Kasir & Checkout] --> B(Manajemen Delivery)
    B --> C[CRM / Database Pelanggan]
    B --> D[Manajemen Kurir]
    D --> E[Laporan Pengiriman & Ongkir]

Hal Penting yang Perlu Diketahui

  1. Pemisahan Pendapatan Ongkir: Ongkos kirim yang dimasukkan tidak boleh dicampuradukkan dengan pendapatan penjualan produk (sales revenue), melainkan masuk ke pos akun logistik, agar margin keuntungan produk tetap akurat saat pembukuan.
  2. Kecepatan Input Kasir: Antarmuka harus dioptimalkan untuk pencarian jalan dan kota yang cepat. Pastikan selalu meminta nomor telepon penerima yang valid, meskipun pelanggan sudah pernah berbelanja sebelumnya.
  3. Penanganan Kasus Gagal Kirim: Jika paket gagal dikirim (misal: rumah kosong), pesanan harus bisa diproses ulang atau dibatalkan, dan bisnis harus memiliki kebijakan yang jelas apakah biaya kirim akan dikembalikan atau dihanguskan.